01 Feb 2026 adminweb Post Dibaca 77 kali

Pisang Goroho dan Tanduk, Potensial Tepung Alternatif Lokal Karya Riset Dosen THP Unkhair

Pisang Goroho dan Tanduk, Potensial Tepung Alternatif Lokal Karya Riset Dosen THP Unkhair

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Khairun kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pangan lokal melalui publikasi ilmiah dosen THP yang mengangkat potensi pisang lokal Maluku Utara sebagai bahan pangan alternatif.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Erna Rusliana Muhamad Saleh, S.TP., M.Si. bersama tim mengkaji potensi tepung pisang goroho dan pisang tanduk sebagai alternatif pengganti tepung terigu. Hasil riset ini telah dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian terakreditasi nasional.

Dalam penelitiannya, tim dosen THP mengungkap bahwa pisang goroho dan pisang tanduk merupakan komoditas lokal yang melimpah di Maluku Utara, namun selama ini masih terbatas pemanfaatannya sebagai pangan tradisional. Melalui inovasi pengolahan menjadi tepung, kedua jenis pisang tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan pangan bernilai tambah dan berdaya simpan lebih lama.

THP UNKHAIR -- Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung pisang goroho dan pisang tanduk memiliki kandungan karbohidrat tinggi, kadar air rendah, serta nilai energi yang cukup besar, sehingga berpotensi menjadi sumber energi alternatif. Selain itu, karakteristik warna dan rendemen yang baik menjadikan tepung pisang goroho khususnya mendekati karakteristik tepung terigu dari sisi tampilan.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa tepung pisang bersifat bebas gluten, sehingga sangat relevan untuk pengembangan produk pangan ramah kesehatan, termasuk bagi konsumen dengan intoleransi gluten. Tepung pisang goroho dan tanduk juga dinilai cocok diaplikasikan pada berbagai produk turunan seperti biskuit, flakes, kue, pangan darurat, hingga produk non-gluten lainnya.

Menurut tim peneliti, pengembangan tepung pisang lokal tidak hanya berkontribusi pada diversifikasi pangan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap impor gandum, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Prestasi riset ini menegaskan peran aktif dosen Prodi THP Unkhair dalam mendorong inovasi berbasis sumber daya lokal Maluku Utara melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif dan berkelanjutan. Ke depan, penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji karakteristik fungsional, sensoris, serta masa simpan tepung pisang guna memperkuat implementasinya pada skala industri pangan.(wr)*

Berita disadur dari sumber resmi artikel: https://journal.ipb.ac.id/jurnaltin/article/view/63819/30498