01 Oct 2026 adminweb Berita Dibaca 4 kali

Melihat Lebih Dekat Pengolahan Pascapanen Kelapa, Mahasiswa THP Kunjungi BRMP Palma Manado

Melihat Lebih Dekat Pengolahan Pascapanen Kelapa, Mahasiswa THP Kunjungi BRMP Palma Manado

THP UNKHAIR --Β 

Sebanyak 53 mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) bersama lima dosen pendamping melakukan kunjungan akademik dan praktikum lapang terpadu ke Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Palma di Mapanget, Kota Manado, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, khususnya terkait pengolahan pascapanen dan pemanfaatan tanaman kelapa menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Rombongan mahasiswa dan dosen THP diterima oleh Ketua Tim Kerja Layanan dan Pendayagunaan Hasil, Esther Seysy Kawalo, S.ST., di Gedung Audio Visual (GAV) BRMP Tanaman Palma.

Dalam sambutannya, Esther Seysy Kawalo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Program Studi THP melaksanakan kunjungan akademik tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa mengenai tanaman palma sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pertanian dan berbagai produk turunannya.

Sementara itu, Ketua Program Studi THP menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.

β€œMahasiswa dapat melihat langsung kaitan antara ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan apa yang ada di lapangan. Kelapa, khususnya sebagai salah satu komoditas unggulan Maluku Utara, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dalam skala usaha maupun industri, sekaligus menjadi inspirasi untuk tugas akhir dan membuka peluang kerja sama.

Melihat Teknologi Pengolahan Kelapa

Dalam rangkaian kunjungan, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas laboratorium yang ada di BRMP Tanaman Palma, salah satunya Laboratorium Pascapanen.

Di laboratorium tersebut, mahasiswa melihat fasilitas pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan VCO menggunakan metode kering yang dapat menghasilkan VCO lebih jernih dengan waktu proses yang relatif lebih singkat, sekitar 2–3 jam, dibandingkan dengan metode basah.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke unit pengolahan sabut kelapa. Di unit ini, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Ibu Claudia dan Bapak Pieter.

Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan sabut kelapa. Salah satunya adalah pengolahan menjadi cocopeat (cocopit) yang dapat digunakan sebagai media tanam organik. Selain itu, sabut kelapa juga dapat diolah menjadi coco fiber atau serat sabut kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk kerajinan.

Pemanfaatan sabut tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa bagian kelapa yang sering dianggap sebagai limbah masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Dari Nira Kelapa Menjadi Gula

Rangkaian kunjungan berikutnya dilakukan di unit produksi gula kelapa dengan pendampingan Bapak Rois Abdillah.

Di unit ini, mahasiswa melihat pemanfaatan nira kelapa untuk menghasilkan gula merah. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan varietas kelapa yang digunakan untuk produksi gula kelapa, yaitu kelapa genjah.

Kelapa genjah memiliki ukuran tanaman yang relatif pendek sehingga memudahkan proses penyadapan dan pemanenan nira. Karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan dalam mendukung pemanfaatan kelapa sebagai bahan baku produksi gula.

Mahasiswa juga memperoleh penjelasan bahwa gula merah dari nira kelapa memiliki karakteristik yang mirip dengan gula merah aren, sehingga pengolahan nira menjadi gula menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas kelapa.

Dari Lapangan, Muncul Ide Inovasi

Rangkaian praktikum lapang ini memperlihatkan kepada mahasiswa bahwa kelapa bukan hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk melalui teknologi pengolahan pascapanen.

Mulai dari daging kelapa yang diolah menjadi VCO, sabut kelapa menjadi cocopeat dan coco fiber, hingga nira yang diolah menjadi gula kelapa, seluruh bagian tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa THP diharapkan semakin memahami peluang diversifikasi dan inovasi produk hasil pertanian, sekaligus mendapatkan inspirasi untuk pengembangan usaha, tugas akhir, maupun kerja sama di masa mendatang.

Bagi Program Studi THP, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan. Dari komoditas kelapa, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknologi pengolahan, tetapi juga melihat langsung peluang inovasi yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal.